Thursday, 29 August 2013

Jembatan Papar Dapat Tingkatkan Ekonomi

Jembatan Papar Dapat Tingkatkan Ekonomi

Kediri, SD - Kamis, (6/1) Komisi C meninjau hasil pemasangan tiang pancang pembangunan jembatan Papar. Kegiatan ini untuk melihat dari dekat proses pem-bangunan yang sudah mulai berjalan. Rombongan diterima Kades Papar Joko di ruang kerjanaya.
Joko menjelaskan arti penting kebera-daan jembatan Papar kedepan karena merupakan prasarana yang sangat vital yang akan menghubungkan Kabupaten Kediri sebagai pusat SWP (Satuan Wilayah Pengembangan) dengan Kabupaten Nganjuk sebagai hinterlandnya.
”Dengan adanya jembatan lintas Brantas maka jaringan pemasaran hasil pertanian akan lebih luas, dengan demikian akan dapat meningkatkan taraf ekonomi dan mem-perlancar arus transportasi serta memper-cepat pengentasan kemiskinan.”t erang Joko dihadapan Komisi C. Mengingat potensi dan tingkat kebutuhan kelancaran transportasi serta hubungan antar wilayah sangat besar, maka dengan dibangunnya jembatan lintas Brantas akan memperpendek jarak tempuh, menghemat waktu dan menghemat biaya operasional kendaraan.
Sementara itu Komisi C menilai jika program pengembangan kawasan andalan segi tiga antara Tulungagung–Kediri dan Nganjuk sehingga keberadaan jembatan lintas brantas dirasakan sangat penting dan strategis sebagai pemacu pertumbuhan wilayah Kabupaten Kediri sebagai pusat perdagangan, pemerintahan dan peri-wisata sehingga pemanfaatan jembatan nantinya tidak hanya ditujukan untuk ma-syarakat Kab. Kediri, tapi masyarakat wilayah sekitar.

Telan Rp. 2,3 Milyar, Termasuk Dana Ganti Rugi Tanah
Pembangunan jembatan Papar yang menghubungkan Desa Papar Kediri dan Desa Kelutan Nganjuk diperkirakan menelan dana 2,3 Milyar. Dana sebesar itu selain untuk pembangunan jembatan juga untuk pembebasan tanah milik warga yang terkena proyek. Hal itu dikemukakan oleh Komisi C DPRD Kab. Kediri saat melakukan kunjungan kerja dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Kediri ke Desa Papar Kecamatan Papar Kamis (16/6). Kepada Kepala DPU Kabupaten Kediri menjelaskan sebelum ada wacana proyek jembatan harga tanah per Ru- nya sekitar Rp. 4,5 – 5 Juta. Tetapi ada wacana harga tanah / ganti rugi tanah dinilai rata-rata sekitar Rp. 3.100.000,- sehingga warga masyarakat sekitar lokasi yang kena dampak relokasi proyek jembatan merasa keberatan.
DPU mengaku masalah pembebasan/ganti rugi tanah tahun 2010 sudah disurvei oleh PT. Sucovindo dari Surabaya. Hasil survey, PT. Sucovindo nilai ganti rugi sekitar Rp. 3 Juta – Rp. 3,1 Juta, sedangkan DPU mendapat informasi dari perangkat desa setempat (Kasun) beserta Camat Papar harga tanah sekitar Rp. 3 Juta. Untuk proyek jembatan Papar, lanjut DPU, anggarannya 1 (satu) paket yakni sebesar 11 Milyar terdiri dari 4 (empat) alokasi proyek yakni Jembatan Ngadiluwih – Mojo, Jembatan Papar – Kelutan Nganjuk, Jembangunan / pelebaran jalan mulai Desa Wates – Gunung Kelud dan pembangunan / pelebaran jalan mulai Desa Sumberejo – Desa Menang.
“Untuk jembatan Papar rencananya menggunakan anggaran 2 Milyar 299 Juta Rupiah,”jelas DPU. Dan sampai saat ini belum digunakan untuk pembangunan jembatan, padahal untuk wilayah Nganjuk sejak tahun pertengahan 2009 sudah melakukan pembangunan mulai dari pelebaran jalan, pengaspalan jalan hotmix sampai pembangunan 2 (dua) pilar jembatan Sungai Brantas.
Komisi C menyarankan Kepala DPU untuk proaktif dan berharap tidak hanya menunggu PT. Sucovindo Surabaya. “Bila perlu dilakukan survey ulang terkait dengan uang pembebasan / ganti rugi tanah warga sekitar yang kena dampak relokasi proyek jembatan,”himbau Komisi C. Agar harapan Pemerintah Kabupaten Kediri terkait pembangunan proyek jembatan bisa terwujut dengan segera. Tim
sumber: http://www.dprdkedirikab.go.id/NEWS/Berita-4.htm
 

Reactions:
Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment