Wednesday, 21 August 2013

Prinsip, Konsep, dan Pendekatan Geografi


Prinsip, Konsep, dan Pendekatan Geografi

1.      Prinsip Geografi
Suatu fenomena geosfer yang tejadi di muka bumi dapat dipahami dan dikaji dengan prinsip geografi. Geografi menggunakan empat prinsip untuk mengkaji fenomena geosfer. Empat prinsip geografi dijelaskan sebagai berikut.
a.       Prinsip Deskriptif
Fenomena geosfer yang ditimbulkan oleh faktor alam dan manusia dapat dideskripsikan melalui fakta, gejala dan masalah, serta sebab akibat. Pendeskripsian fenomena itu dapat dilakukan baik secara kualitatif maupun kuantitatif dengan bantuan peta, grafik, dan diagram.
b.      Prinsip Interelasi atau Keterkaitan
Manusia dan alam memiliki interelasi yang erat. Interelasi dapat terjadi antar faktor alam dengan manusia. Contohnya, banjir dan tanah longsor terjadi akibat penggundulan hutan oleh manusia.
c.       Prinsip Distribusi atau Persebaran
Prinsip distribusi menjelaskan bahwa persebaran fenomena geosfer di muka bumi tidak merata. Misalnya, kesuburan tanah tidak sama di berbagai wilayah.
d.      Prinsip Korologi
Prinsip krologi merupakan prinsip keterpaduan antara prinsip persebaran, interelasi, dan deskripsi. Fenomena alam dan manusia dikaji persebarannya, interelasinya, dan interaksinya dalam satu ruang. Kondisi ruang itu akan memberikan corak pada satuan gejala, fungsi, dan bentuk.
2.      Konsep Geografi
Konsep geografi menjadi dasar untuk memahami fenomena geosfer. Konsep geografi terdiri atas sepuluh konsep.
a.       Konsep Lokal
Konsep lokal terdiri atas lokasi absolut dan lokasi relatif. Lokasi absolut adalah lokasi suatu tempat yang ditentukan berdasarkan garis lintang dan garis bujur. Lokasi relatif adalah lokasi suatu tempat yang dilihat dari wilayah lain.
b.      Konsep Jarak
Konsep jarak menunjukkan jarak antar-wilayah yang memiliki peran penting dalam kehidupan sosial, ekomnomi, ataupun kepentingan pertahanan.
c.       Konsep Keterjangkauan
Konsep keterjangkauan menunjukkan kemudahan suatu tempat untuk dijangkau. Keterjangkauan suatu tempat untuk dipengaruhi oleh jarak dan medan suatu wilayah.
d.      KonsepPola
Konsep pola berkaitan dengan susunan, bentuk, dan persebaran fenomena geosfer di muka bumi.
e.       Konsep Morfologi
Konsep morfologi berkaitan dengan pembentukan muka bumi.
f.       Konsep Aglomerasi
Konsep aglomerasi menjelaskan suatu fenomena yang cenderung mengelompok. Contohnya, pengelompokan kegiatan ekonomi, seperti industri dan perdagangan, serta pengelompokan penduduk yang berasal dari daerah tertenrtu.
g.      Konsep Nilai Kegunaan
Konsep nilai kegunaan berkaitan dengan nilai guna atau kemanfaatan suatu daerah. Setiap daerah memiliki nilai guna yang dapat dikembangkan menjadi potensi daerah untuk menunjang pembangunan.
h.      Konsep Interaksi Dan Interdepensi
Konsep interaksi dan interdepensi menunjukkan keterkaitan dan ketergantungan antar daerah. Suatu daerah berinteraksi dengan daerah lain untuk memenuhi kebutuhan daerahnya. Contohnya, interaksi desa dengan kota.
i.        Konsep Diferensiasi Area
Konsep diferensiasi area menunjukkan kekhasan suatu daerah, seperti bentang kembangan alam, penduduk, perekonomian, dan perkembangan wilayah. Contohnya, di daerah pantai penduduk bekerja sebagai nelayan dan di daerah pegunungan penduduk bekerja sebagai pekebun.
j.        Konsep Keterkaitan Keuangan
Konsep keterkaitan keruangan menunjukkan keterkaitan unsur alam dan unsur sosial antardaerah. Perbedaan potensi daerah mendorong terjadinya interaksi antar daerah, seperti pertukaran barang, manusia, dan budaya. Contohnya, Jakarta membutuhkn tenaga kerja dari daerah di sekitarnya.
3.      Pendekatan Geografi
Geografi mengkaji fenomena geosfer dengan tiga pendekatan sebagai berikut.
a.       Pendekatan Keruangan (Spasial)
Pendekatan keruangan adalah analisis suatu fenomena yang mengacu pada eksisitensi ruang berdasarkan perbedaan sifat penting lokasi, struktur, pola, dan proses. Struktur keruangan berkaitan dengan elemen titik, garis, dan area. Pendekatan keruangan dimaksudkan untuk mengetahui persebaran penggunaan dan cara penyediaan ruang.
b.      Pendekatan Kelingkungan (Ekologi)
Pendekatan kelingkungan adalah pendekatan atau analisis suatu fenomena berdasarkan interaksi manusia dengan lingkungannya. Pendekatan ini mengaitkan hubungan makhlik hidup dengan lingkungan fisik serta hubungan makhluk hidup dengan fenomena alam dan perilaku manusia.
c.       Pendekatan Kompleks Wilayah

Pendekatan kompleks wilayah adalah gabungan pendekatan keruangan dan kelingkungan. Pendekatan ini menekanan pengertian areal differentiation, yaitu setiap wilayah memiliki perbedaan karakteristik dengan wilayah lain. Perbedaan itu mendorong interaksi wilayah. Berbagai permintaan dan penawaran dari wilayah yang berbeda-beda mendorong terjadinya interaksi wilayah. Contoh penerapan pendekatan ini adalah perencanaan daerah transmigrasi.

Reactions:
Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment