Tuesday, 15 April 2014

PENGARUH PABRIK ROKOK PT. GUDANG GARAM TERHADAP PEREKONOMIAN KOTA KEDIRI

PENGARUH PABRIK ROKOK PT. GUDANG GARAM TERHADAP PEREKONOMIAN KOTA KEDIRI
Hendra Dwi Purnama
Universitas Negeri Malang
E-mail: hendra_dwipurnama@yahoo.com
ABSTRAK: Studi ini dilakukan karena Industri sangat berpengaruh terhadap perekonomian suatu daerah. Dalam hal ini dikhususkan perusahaan rokok yang merupakan perusahaan penyumbang perekonomian terbesar baik bagi Negara maupun daerah. Perusahaan rokok Gudang Garam telah lama berdiri di Kota Kediri dan telah banyak berperan terhadap perkembangan Kota Kediri terlebih dalam bidang perekonomian.
Kata kunci: PT. Gudang Garam, Ekonomi, Kota Kediri
Industri merupakan salah satu kegiatan ekonomi  yang sangat penting. Dalam kegiatan industri ini dilakukan pengolahan barang mentah menjadi barang setengah jadi ataupun jadi maupun setengah jadi menjadi barang jadi. Industri dapat dibedakan berdasarkan tempat bahan baku, besar kecil modal, jumlah tenaga kerja, produktifitas perorangan, dll. Pada umumnya makin banyak jumlah dan macam industri maka makin maju tingkat perindustrian disuatu daerah dan makin besar pendapatan serta tingkat ekonomi daerah tersebut. Sala satu perusahaan yang memberikan kontribusi besar baik untuk Negara maupun untuk Daerah adalah perusahaan rokok.
Perusahaan rokok memberikan kontribusi yang besar terhadap perekonomian Indonesia maupun daerah. Perusahaan rokok baik besar, sedang maupun kecil turut andil dalam membangun perekonomian suatu daerah. Keberadaan perusahaan rokok, selain mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang sangat besar, juga memberikan kontribusi yang signifikan tehadap pendapatan negara melalui pembayaran cukai dll.

Kediri merupakan salah satu Kota yang terdapat perusahaan rokok besar. PT. Gudang Garam Tbk. Merupakan perusahaan rokok yang telah lama berdiri di Kota Kediri yang sangat berperan terhadap kemajuan kota Kediri baik dari segi Ekonomi maupaun Pembangunan.
Kontribusi Perusahaan Rokok di Indonesia
Perusahaan Rokok mempunyai  peranan yang sangat penting bagi perekonomian Indonesia. Keberadaan industri rokok, selain mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang sangat besar, juga memberikan kontribusi yang signifikan tehadap pendapatan negara. Melalui pembayaran cukai hasil tembakau tahun 2012, industri rokok nasional menyumbang negara sebesar Rp 84,4 triliun. Untuk tahun 2013, diperkirakan target penerimaan cukai dapat menembus Rp 103,73 triliun, dengan besar pertumbuhan 22,90 persen. Jumlah tersebut belum termasuk pajak lainnya yang dibayarkan oleh perusahaan tembakau dan tenaga kerja. Itu juga belum termasuk sumbangsih industri rokok melalui dana sponsorship dan dana Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap pengembangan kebudayaan nasional, baik itu untuk memajukan sektor olahraga, pendidikan, dan seni” Kompasiana (2013)
Bila dibandingkan dengan pendapatan APBN dari eksploitasi tambang, kontribusi industri rokok mencapai separuh bahkan lebih dari keseluruhan penerimaan negara dari sektor yang selalu menjadi andalan investasi di Indonesia itu.Penerimaan dari sektor pertambangan tahun 2012 hanya sebesar Rp 123, 59 triliun” Kompasiana (2013)
Beberapa daerah di Indonesia sangat menggantungkan hidup masyarakatnya pada industri rokok. Kediri, Malang, Kudus dan berbagai kota lainnya, ekonominya sangat ditentukan oleh rokok. Kudus, misalnya, menyumbang Rp15,1 triliun dari total pendapatan cukai Rp60 triliun.” JaringanNews (2012)



PT. Gudang Garam Tbk.
            “Pabrik Gudang Garam adalah salah satu pabrik penghasil rokok terbesar di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1958. Pabrik ini didirikan oleh Tjoa Ing Hwie. Pabrik Gudang Garam berdiri diatas tanah seluas 2500 ha dan merupakan pabrik penghasil beberapa merk rokok terkenal seperti, Surya, Mild, dll.” Wikipedia (2013).
 Menurut klasifikasinya, PT Gudang Garam merupakan industri padat modal, dan industri besar. Sedangkan berdasarkan produktifitas perorangan, PT Gudang Garam merupakan Industri sekunder karena Gudang Garam adalah industri yang mengolah bahan mentah sehingga menghasilkan barang-barang untuk diolah kembali dan barang-barang jadi.
Perusahaan  rokok Gudang Garam yang berada di Kota Kediri mempunyai peranan yang sangat penting. Gudang Garam mempunyai kontribusi besar terhadap majunya dan berkembanganya kota Kediri baik dalam segi ekonomi maupun pembangunannya. Selain itu perusaaan besar ini banyak menyerap tenaga kerja.
Pengaruh PT. Gudang Garam Terhadap Perekonomian di Kota Kediri
Kota Kediri merupakan Kota yang berada pada jalur transportasi regional yang menghubungkan Kota Surabaya dengan Tulungagung, Nganjuk dan Malang “Dalam konteks pengembangan wilayah Provinsi Jawa Timur, Kota Kediri merupakan pusat pengembangan SWP Kediri dan sekitarnya yang meliputi : Kabupaten Kediri, Nganjuk, Trenggalek dan Tulungagung. Kota Kediri merupakan kota Orde IIB, termasuk dalam klasifikasi Kota Menengah. Sebagai pusat SWP, Kota Kediri” KediriKota (Tanpa Tahun)
 Kota Kediri memiliki fungsi sebagai pusat pelayanan tersier yakni industri, perdagangan, pemerintahan dan pendidikan tinggi. Keberadaan  industri pengolahan tembakau PT. Gudang Garam, memberikan andil yang cukup besar sebagai pendorong utama aktivitas perekonomian masyarakat Kota Kediri dan sekitarnya.
Berdirinya pabrik rokok Gudang Garam di Kota Kediri ini berdampak langsung kepada perekonomian masyarakat di Kota Kediri. Banyak masyarakat yang terserap tenaga kerjanya dengan adanya pabrik rokok Gudang Garam tersebut. Tidak hanya tenaga kerja yang bekerja di dalam pabrik, namun juga terbukanya berbagai usaha lainnya seperti toko dan warung yang berdiri di sekitar wilayah pabrik.
Selain itu Tempo (2010) menyatakan, Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2006, PDRB Kota Kediri mencapai Rp 37 triliun. Dari jumlah tersebut 75 persen atau sekitar Rp 27 triliun disumbang Gudang Garam. Samsul dalam Tempo menyatakan tingkat ketergantungan Kediri terhadap PT. Gudang Garam Tbk. Kini mencapai 73 persen, hal ini masih relative sedikit dibandingan dulu hingga 90 persen.
            Selama periode  tahun 2003-2008  nilai PDRB Kota Kediri atas dasar harga berlaku  dengan  PT.  Gudang  Garam  terus  mengalami  peningkatan,  yakni    Rp. 23,742 triliun pada tahun 2003 menjadi Rp 27,420   triliun  pada tahun  2004  atau  meningkat  15,49%  dan  pada tahun 2005 sebesar Rp 31,680 triliyun atau meningkat 15,53% dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2006 meningkat sebesar 19,14% menjadi Rp 37,743 triliun, tahun 2007 meningkat 10,70% menjadi  Rp 41,784 triliun dan tahun 2008 meningkat 15,99% menjadi Rp 48,461 triliun.” KediriKota (Tanpa tahun).
Besarnya nilai PDRB Kota Kediri tanpa PT Gudang Garam pada tahun 2003 mencapai Rp 6,392 triliun, tahun 2004 bertambah Rp 7,111 triliun, pada tahun 2005 mencapai Rp 8,188 triliun, selanjutnya tahun 2006 sebesar Rp 9,659 triliun, tahun 2007 sebesar Rp 11,545 triliun dan tahun 2008 sebesar Rp 13,525 triliun.” KediriKota (Tanpa tahun)

Produk Domestik Regional Bruto Kota Kediri Atas Dasar
Harga Berlaku, Tahun 2003 - 2008 (Triliun rupiah)
Uraian
2003
2004
2005
2006
2007*
2008**
PDRB dengan PT Gudang  Garam
23,742
27,420
31,680
37,743
41,784
48,461
PDRB tanpa PT Gudang Garam
6,392
7,112
8,188
9,659
11,545
13,525
Tabel 1. PDRB Kota Kediri atas dasar harga berlaku 2003 – 2008
Sumber: http://www.kedirikota.go.id
*)  Angka diperbaiki
**) Angka Sementara
Dari angka-angka PDRB tersebut, nampak bahwa PDRB Kota Kediri tiap tahun terus mengalami peningkatan, sejalan dengan proses membaiknya kondisi ekonomi. Tentunya nilai PDRB yang dihasilkan masih mengandung pengaruh perubahan harga, sehingga masih belum bisa digunakan untuk menghitung pertumbuhan ekonomi Kota Kediri.
“Nilai PDRB Kota Kediri atas dasar harga konstan dengan   PT Gudang Garam berturut-turut pada periode 2003-2008 yaitu sebesar   Rp 17,726 triliun; Rp 18,745 triliun; Rp 18,792 triliun;Rp 19,768 triliun; Rp 20,660 triliun; dan Rp 21,622 triliun.  Sedangkan nilai  PDRB  tanpa   PT. Gudang Garam pada tahun 2003 sebesar Rp 5,084 tahun 2004 sebesar Rp 5,449 triliun, tahun 2005 sebesar Rp 5,684 triliun, tahun 2006 sebesar Rp 5,924 triliun, tahun 2007 sebesar Rp 6,201 triliun dan pada tahun 2008 sebesar Rp 6,514 triliun, sebagaimana terlihat pada tabel 2.2 berikut ini. .” KediriKota (Tanpa tahun).

Produk Domestik Regional Bruto Kota Kediri Atas Dasar
Harga Konstan Tahun 2000, Tahun 2003 – 2008 (Triliun rupiah)
Uraian
2003
2004
2005
2006
2007*
2008**
PDRB dengan PT Gudang  Garam
17,726
18,745
18,792
19,768
20,660
21,622
PDRB tanpa PT Gudang Garam
5,084
5,449
5,684
5,924
6,201
6,514
Tabel 2. PDRB Kota Kediri atas dasar harga konstan 2003 – 2008
Sumber: http://www.kedirikota.go.id
*)   Angka diperbaiki
**) Angka Sementara
Dengan perbandingan angka-angka tersebut, maka dapat dikatakan bahwa perekonomian Kota Kediri, dengan PT. Gudang Garam secara riil dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, begitu juga dengan PDRB tanpa PT. Gudang Garam.
Disini terlihat bahwasanya peran Perusahaan rokok PT. Gudang Garam Tbk. Terhadap Kota Kediri sangat besar. Dari segi pendapatan daerah, penyerapan tenaga kerja maupun pembangunan Kota Kediri
Simpulan
Perusahaan Rokok mempunyai  peranan yang sangat penting bagi perekonomian Indonesia. Keberadaan industri rokok, selain mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang sangat besar, juga memberikan kontribusi yang signifikan tehadap pendapatan negara.
Kota Kediri adalah kota yang terdapat salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia yakni PT. Gudang Garam Tbk. PDRB Kota Kediri mencapai Rp 37 triliun. Dari jumlah tersebut 75 persen atau sekitar Rp 27 triliun disumbang Gudang Garam. Tingkat ketergantungan Kediri terhadap PT. Gudang Garam Tbk. Kini mencapai 73 persen,
Daftar Rujukan
JaringanNews. 2012. Fakta Seputar Kontribusi Rokok dalam Perekonomian RI. (Online), (http://jaringnews.com/ekonomi/umum/18313/fakta-seputar-kontribusi-rokok-dalam-perekonomian-ri, diakses tanggal 4 April 2014).
KediriKota. Tanpa Tahun. Profil Potensi Kota Kediri. (Online), (http://www.kedirikota.go.id/read/Investasi/108/1/25/Potensi%20Kota.html, diakses tanggal 5 April 2014).
Kompasiana. 2013. iana.2 013.Cukai Tembakau Pada APBN. (Online), (http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2013/05/21/kontribusi-cukai-tembakau-pada-apbn-562106.html, diakses tanggal 4 April 2014).

Tempo. 2010. Ketergantungan Ekonomi Kota Kediri dari PT Gudang Garam Harus Mulai Dikurangi. (Online), (http://www.tempo.co/read/news/2010/05/20/090249080/Ketergantungan-Ekonomi-Kota-Kediri-dari-PT-Gudang-Garam-Harus-Mulai-Dikurangi, diakses tanggal 5 April 2014).

Wikipedia. 2013. Gudang Garam. (Online), http://id.wikipedia.org/wiki/Gudang_Garam, diakses tanggal 5 April 2014).





Reactions:

2 comments: