Tuesday, 9 September 2014

UJI PERMEABILITAS TANAH


Permeablitas (K) adalah kecepatan airtanah yang bergerak pada pori-pori batuan dan dinyatakan dalam notasi m/hari. Auger hole method adalah suatu cara singkat dan praktis untuk menentukan besarnya nilai permeabilitas. Prinsip kerjanya adalah pembuatan lobang bor sampai kedalaman tertentu untuk melihat besarnya airtanah yang secara natural mengisi lobang bor atau pada keadaan tertentu dimana water table cukup dalam, artificial recharge bisa kita lakukan untuk mengetahui cepetnya air meresap kedalam tanah (metode invers).
 Metode ini lebih sering dilakukan pada kondisi water table yang dalam (lebih dari 2 meter), karena kondisi screen bor yang hanya mempunyai panjang total 1 meter. Cara kerja metode ini adalah lobang bor yang sudah siap kita isi air, dan dicatat penurunan/peresapan airtanah per satuan waktu. Untuk mencari nilai K, rumus yang dipakai adalah sebagai berikut :

K = 1,15 r tg α
tan α = (log (ho+r/2)-log (ht+r/2)) / t

Keterangan :
K adalah permeabilitas tanah (m/hari)
r adalah jari-jari lobang bor
tg α adalah kemiringan plot nilai ti dan peresapan pada kertas semilog

ALAT DAN BAHAN
1.    Bor tanah
2.    Mistar
3.    Ember, gayung dan air
4.    Kertas semilog

LANGKAH KERJA
1.    Pilih lokasi yang sesuai untuk uji permebilitas dengan memperhatikan daerah tersebut tidak terjamah oleh aktivitas manusia
2.    Buat lobang dengan mempergunakan bor tanah dengan kedalaman 50 cm
3.    Siapkan mistar pada lobang tersebut. Usahakan posisi tidak goyah
4.    Isi air pada lobang tersebut dan catat ketinggian awal
5.    Catat penurunan air pada setiap waktu (bila penurunan cepat, upayakan pengamatan waktu semakin rapat)
waktu
tinggi penurunan air
kumulatif
waktu
tinggi penurunan air
kumulatif
waktu
tinggi penurunan air
kumulatif
0
2
2
21
0.1
14.4
42
0.3
24.2
1
1.3
3.3
22
1.5
15.9
43
0.3
24.5
2
0.8
4.1
23
0.1
16
44
0.3
24.8
3
0.9
5
24
0.4
16.4
45
0.3
25.2
4
1.5
6.5
25
0.5
16.9
46


5
0.2
6.7
26
0.1
17
47


6
0.3
7
27
0.6
17.6
48


7
0.5
7.5
28
0.6
18.2
49


8
0.5
8
29
0.1
18.3



9
0.5
8.5
30
0.9
19.2



10
0.6
9.1
31
0.5
19.7



11
0.4
9.4
32
0.5
20.3



12
0.5
10
33
0.3
20.6



13
0.1
10.1
34
1.2
21.8



14
0.8
10.9
35
0.2
22



15
0.7
11.6
36
0.3
22.3



16
0.4
12
37
0.5
22.8



17
0.1
12.1
38
0.2
23



18
0.9
13
39
0.3
23.3



19
0.2
13.2
40
0.3
23.6



20
1.1
14.3
41
0.3
23.9



6.    Pencatatan dilakukan hingga penurunan muka air stabil persatuan waktu
7.    Apabila sudah stabil tunggu hingga beberapa saat
8.    Plot hasil pengamatan waktu dan penurunan muka air pada kertas semilog
9.    Hitung nilai K berdasarkan grafik
10. Buat kesimpulan dari hasil pengamatan anda

Reactions:
Comments
0 Comments

0 comments:

Post a Comment